Senin, 27 Januari 2014

Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Mengunder Estimate Kemampuan Diri Sendiri



Perkembangan zaman tidak bisa dilepaskan dari pengaruh berbagai aspek, termasuk aspek teknologi. Dengan berkembangnya zaman, maka sudah dapat dipastikan bahwa teknologi pun harus ikut berkembang. Salah satu teknologi yang telah dikenal adalah Google. Google merupakan  perusahaan Amerika Serikat yang memiliki misi “mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diaksese secara universal dan berguna”. Perusahaan ini didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin yang diresmikan pada 7 September 1998 di Menko Park, California.
Google secara nyata memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dunia. Google dikenal sebagai mesin pelacak yang hebat, karena berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah dalam waktu yang singkat hanya dengan memasukkan kata sandi yang diinginkan. Setiap orang bisa menggunakan mesin ini untuk mendapatkan informasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa google menjadi “dewa penyelamat” bagi orang-orang yang sulit untuk mendapatkan informasi.
Namun dilain sisi, keberadaan google membuat orang menjadi malas mengumpulkan informasi dari literatur yang lain. Orang akan cenderung malas untuk membaca buku, membaca berita dikoran atau majalah, melakukan reset ataupun melakukan wawancara terhadap narasumber yang bertujuan untuk mendapatkan informasi. Google akan dijadikan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan bagi masyarakat.
Dengan adanya keadaan ini, maka masyarakat diharapkan dapat mempergunakan google dengan baik, yaitu dengan tidak menjadikan google sebagai “alternatif” dan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan dan informasi. Perlu diingat bahwa membaca buku, melakukan reset maupun wawancara juga dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan yang terpercaya.

Minggu, 26 Januari 2014

Menggunakan Google Secara Bijak dan Tidak Meng-under Estimate Kemampuan Diri Sendiri



Perkembangan zaman tidak bisa dilepaskan dari pengaruh berbagai aspek, termasuk aspek teknologi. Dengan berkembangnya zaman, maka sudah dapat dipastikan bahwa teknologi pun harus ikut berkembang. Salah satu teknologi yang telah dikenal adalah Google. Google merupakan  perusahaan Amerika Serikat yang memiliki misi “mengumpulkan informasi dunia dan menjadikannya dapat diaksese secara universal dan berguna”. Perusahaan ini didirikan oleh Larry Page dan Sergey Brin yang diresmikan pada 7 September 1998 di Menko Park, California.
Google secara nyata memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dunia. Google dikenal sebagai mesin pelacak yang hebat, karena berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah dalam waktu yang singkat hanya dengan memasukkan kata sandi yang diinginkan. Setiap orang bisa menggunakan mesin ini untuk mendapatkan informasi. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa google menjadi “dewa penyelamat” bagi orang-orang yang sulit untuk mendapatkan informasi.
Namun dilain sisi, keberadaan google membuat orang menjadi malas mengumpulkan informasi dari literatur yang lain. Orang akan cenderung malas untuk membaca buku, membaca berita dikoran atau majalah, melakukan reset ataupun melakukan wawancara terhadap narasumber yang bertujuan untuk mendapatkan informasi. Google akan dijadikan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan bagi masyarakat.
Dengan adanya keadaan ini, maka masyarakat diharapkan dapat mempergunakan google dengan baik, yaitu dengan tidak menjadikan google sebagai “alternatif” dan sebagai satu-satunya sumber pengetahuan dan informasi. Perlu diingat bahwa membaca buku, melakukan reset maupun wawancara juga dapat dijadikan sebagai sumber pengetahuan yang terpercaya.

Minggu, 25 November 2012

RESENSI NOVEL PERAHU KERTAS



Judul Buku        :    Perahu Kertas                      
Penulis                :    Dewi Lestari (“Dee”)
Editor                 :    Hermawan Aksan
Tanggal Terbit   :    Agustus 2009
Penerbit              :    Bentang Pustaka
Tebal                   :    444 Halaman, 20 cm
ISBN                   :    978-979-1227-78-0
Sinopsis Novel    :
Kugy adalah seorang gadis manis yang memiliki hobi berkhayal,  karena hobinya itu ia jadi tertarik dan senantiasa gemar menulis dongeng. Selain itu, tak jarang ia membuat surat yang ditujukan kepada Dewa Neptunus dengan melipatnya menjadi perahu kertas yang dihanyutkan ke danau atau laut. Kegemarannya dalam menulis dongeng membawa dia pada Fakultas Sastra disebuah Universitas di Kota Bandung.
Sementa itu, seorang remaja pria bernama Keenan merupakam sosok pria yang gemar melukis. Selama enam tahun ia tinggal di Amsterdam bersama neneknya, sampai akhirnya ia harus kembali ke Indonesia untuk meneruskan pendidikannya di bangku kuliah disalah satu universitas di Kota Bandung pula. Keinginan ayahnya untuk mengarahkan Keenan pada bidang bisnis mengalahkan keinginan Keenan untuk menjadi pelukis handal, dan pada akhirnya mengantarkan ia ke Fakultas Ekonomi.
Kugy dan Keenan menjalin persahabatan yang dimulai dengan pertemuan dimana Kugy yang berteman sejak kecil dengan Noni bertemu Keenan yang merupakan sepupu dari kekasih Noni yang bernama Eko. Persahabatan diantara mereka menimbulkan rasa yang lain. Sampai pada akhirnya mereka saling jatuh cinta namun saling memendam rasa itu karena pada dasarnya mereka hanya bersahabat. Lagipula Kugy telah memiliki kekasih bernama Joshua, dan dilain sisi, Keenan pun dijodohkan dengan sepupu Noni yang bernama Wanda.
Hubungan Kugy dan Keenan menjadi renggang setelah Keenan berpacaran dengan Wanda. Sampai suatu saat Keenan mengalami kondisi yang mengharuskan ia mengakhiri hubungannya dengan Wanda. Patah hati yang dialami Keenan dan masalah keluarga yang menimpanya membuat ia meninggalkan kehidupan di Kota Bandung serta meninggalkan keluarganya di Jakarta. Ia lalu pergi ke Bali, Ubud dan bertemu dengan Pak Wayan yang memiliki hobi yang sama seperti dirinya, yaitu melukis. Kesedihan yang dialami Keenan semakin lama semakin berkurang karena ia dapat menyalurkan bakat melukisnya kembali di Bali, terlebih ia mulai menyukai Luhde Laksmi yang merupakan keponakan Pak Wayan.
Setelah menyelesaikan kuliahnya di Bandung, Kugy akhirnya bekerja disebuah biro iklan di Jakarta sebagai copywriter. Ia bertemu dengan Remigius, atasan sekaligus sahabat kakaknya. Keduanya pun saling jatuh cinta. Sementara Keenan tidak dapat tinggal lagi di Bali, karena kondisi kesehatan ayahnya yang semakin lama semakin menurun memaksanya untuk kembali ke Jakarta dan harus menjalankan perusahaan sebagai pengganti ayahnya. Kugy dan Keenan pun akhirnya bertemu kembali di Jakarta dalam suatu keadaan yang berbeda.
Kelebihan Novel :
Penulis dalam novel ini menggunakan bahasa-bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh para pembacanya dari berbagai kalangan. Selain itu, novel ini mengandung nilai-nilai yang sangat penting untuk dijadikan sebagai pelajaran, seperti persahabatan, percintaan, perjuangan, semangat dan impian.
Kekurangan Novel :
Pada pertengahan cerita dirasakan adanya kejenuhan. Selain itu pembaca cenderung dapat menebak akhir dari cerita novel ini.